Selasa, 11 Oktober 2011

teks naratif

TUGAS
TEKS-TEKS NARATIF
Teks-teks naratif adalah semua teks yang tidak bersifat dialogdan isinya merupakan suatu kisah sejarah dan sebuah deretan peristiwa. Teks naratif bermacam-macam baik dalam bentuk sastra ataupun beberapa bentuk berita acara,surat kabar dan masih banyak lagi. Pemaparan teks-teks naratif dapat dilakukan dengan berbagai aspek yaitu :
·         Aspek yang berhubungan dengan kata-kata,segi bahasa dan teksnya.
Adanya pencampuran bahasa atau dengan kata lain situasi bahasa dalam penuturan penutur yang berbeda bersifat homogeny.
·         Aspek yang berhubungan dengan isi teks
Dalam hal ini aspek tersebut berhubungan dengan teksnya sehingga cerita tidak terikat sama sekali dengan sarana bahasa.
·         Aspek yang berhubungan dengan alur
Aspek tersebut merupakan penentuan alur peristiwa dengan memperhatikan posisi para pelaku dengan peristiwa-peristiwa yang bersangkutan.
Selain dari aspek tersebut, masih terdapat beberapa aspek yang dapat digolongkan dalam hubungannya dengan teks-teks naratif. Actor(tokoh), dalam hal ini actor merupakan pemunculan karakter individual dari seorang tokoh atu pelaku dalam meneliti. Teks-teks naratif memiliki bahasa yang bercampur. Para aktor atau pelaku berbicara baik secara sekunder maupun secara primer, penuturan langsung dan penuturan tidak langsung serta menarasikan ungkapan bahasa.
. Pencerita sekunder tidak hadir secara intern dalam cerita yang dituturkannya. Pencerita intern merupakan bagian dalam dunia yang dipantulkan dalam cerita. Juru bicara primer bertindak sebagai juru bicara. Penuturan tidak langsung memiliki sifat ilusi ketelitian yaitu kata-kata yang diucapkan merukan makna gramatikal. Penuturan langsung secara bebas yaitu penampilan tidak langsung seperti dalam penuturan tidak langsung. Secara simentik kata bebas berarti iya tidak dapat mengatakan tidak pada sesuatu yang telah disepakati.penuturan tidak langsung bebas tidak memastikan status kata-kata yang dikutip. Antara pembicara dan pendengar terdapat hubungan yang simetri. Terkadang pendengar primer hamper identik dengan pencerita primer. Pendengar tersier adalah para pelaku yang disapa oleh berbagai pencerita tersier. Dalam dialog-dialog pencerita dan pendengar silih berganti.
Dalam penampilan ungkapan bahasa tidak langsung, pencerita primer mengambil alih tanggung jawab bagi ungkapan –ungkapan para pelaku. Peristiwa atau situasi  yang ditampilkan merupakan pangkal dari suatu visi.  Dalam sebuah cerita unsure-unsur peristiwa disajikan dalam dara tertentu dan disajikan sebuah visi terhadap deretan peristiwa. Hubungan antara unsure-unsur dan visi disajiakan kepada kita dan disebut fokalisasi(focus=kancah perhatian). Fokalisator adalah subjek dari fokalisasi, orang atau lembaga memiliki deretan-deretan peristiwa.  Fokalisasi dapat dilakukan oleh seorang tokoh dalam cerita atau juru kunci tersebut. Menceritakan sesuatu selalu menyangkut fokalisasi. Fokalisator primer selalu disamakan dengan pencerita sekunder. Jika fokalisator sama dengan seorang tokoh , maka secara teknis tokoh itu lebih beruntung daripada teknis tokoh itu lebih beruntung daripada tokoh. Pembaca yang turut melihat dengan tokoh itu pada prinsipnya cenderung menerima visi yang lewat tokoh itu prinsipnya cenderung menerima visi yang lewat tokoh itu disajikan.
Terikatnya seorang fokalisator kepada seorang tokoh mengakibatkan sikap yang berat sebelah dan keterbatasan. Fokalisasi yang terikat akan seorang tokoh dapat berganti, beralih dari tokoh yang satu dengan tokoh yang lain dan merupakan asalmuasal sebuah konflik.
Tahap-tahap fokalisasi
Teks dalam berbagai juru bicara dapat dicangkokkan. Tahap-tahap penceritaan dapat dikenal karna bentuknya yang jelas. Kata-kata kerja seperti berkata dan sinonom-sinonimnya menunjukkan bahwa suatu tahap penceritaan kedua dicangkokkan pada tahap pertama. Bila fokalisasi dicangkokkan dalam bentuk penuturan tidak langsung secara bebas.
Kasus-kasus tidak jelas
a.       Kalimat-kalimat sebelimnya
b.      Kalimat-kalimat bereikut
c.       Cirri-ciri stilistik
Objek-objek yang difokalisasikan  dalam susunan dunia rekaan yaitu tokoh-tokoh, benda-benda, pemandangan alam, peristiwa-peristiwa, dan semua yang berhubungan dengan dunia rekaan.
Tokoh-tokoh pertama-tama dicirikan oleh cara mereka memandang ikhwal sekitar mereka. Maka dari itu, hubungan antara subjek dan objek fokalisasi menarik untuk ditinjau. Untuk menganalisah akibat fokalisasi terhadap seorang tokoh. Selain itu, hubungan antara cirri tokoh yang satu dan cirri tokoh yang lain menentukan profil seorang tokoh. Penyajian peristiwa-peristiwa , ruang merupakan dunia yang menampung para tokoh.
Alur merupakan konstruksi yang dibuat pembaca mengenai sebuah deretan peristiwa yang secara logik dan kronologik saling berkaitan dan yang diakibatkan atau dialami oleh para pelaku.  Alur sebuah cerita dapat disimpulkan dari data yang disajikan dalam teks. Hubungan antara peristiwa-peristiwa fungsional akan terkumpul sejumlah kelompok . episode-episode yang paling pokok adalah situasi awal, komplikasi dan penyelesaian. Siatuasi tersebut dapat dikombinasikan dan diulangi dalam satu alur. Sebagian besar alur merupakan komplikasi. Secara global merupoakan kemajuan atau kemunduran, selagi pelaku maju atau mundur. Para pelaku terlihat dalam proses pembinaan alur. Model aktansi dan model pembuat. Alur dapat dipandang sebagai suatu usaha atau perjuangan yang terarah. Para pelaku dapat dibagikan menurut kelompok-kelompok yang masing-masing mempunyai suatu hubungan tetap dan tertentu dengan usaha atau perjuangan. Hubungan pertama dan utama yang perlu dicatat yaitu hubungan antara pelaku yang memperjuangkan tujuannya. Hubungan antara pejuang dan tujuan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar