Selasa, 11 Oktober 2011

sinonim kata tugas

KATA PENGANTAR
DAFTAR PUSTAKA
HALAMAN JUDUL…………………………………………………………………………..….i
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………….………1
BAB I. PENDAHULUAN………………………………………………………………………..2
1.1. SINONIM DAN KATA TUGAS…………………...…………………………………...2
BAB II. PEMBAHASAN
2.1.KATA TUGAS…………………………..……………………………………...............3
2.1.1. PENGERTIAN KATA TUGAS……..…………………………………………....4
2.1.2. MACAM-MACAM KATA TUGAS…………………………..…..……………...4
2.3. PERBEDAAN SINONIM KATA TUGAS………………………………..……….…….4
BAB III. PENUTUP
3.1. SIMPULAN…………………………………………………………………..……...….16
3.2. SARAN……………………………………..………………………………………..….16
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………..………………………..……18



KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat allah SWT karna kita masih diberikan kesempatan dan umur yang panjang dalam menyelesaikan tugas kelompok ini. Dalam proses pennyelesaian penulisan tugas ini kami mendapatkan kemudahan namun hambatan tetap ada akan tetapi kami tetap berusaha menyelesaikannya tepat waktu meskipun tidak dapat dikatakan mencapai kesempurnaan. Semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat bagi kita semuua.
Makassar , 10 Oktober 2011

Kelompok 3








BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Sinonim dan kata tugas
Sebelumnya kita telah mengetahui secara umum mengenai apa yang dimaksud dengan sinonim ataupun kata tugas.. Secara etimologi kata sinonimi berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu anoma yang berarti ‘nama’, dan syn yang berarti ‘dengan’. Maka secara harfiah kata sinonimi berarti ‘nama lain untuk benda atau hal yang sama’.Secara semantik Verhaar (1978) mendefinisikan sebagai ungkapan (bisa berupa kata, frase, atau kalimat) yang maknanya kurang lebih sama dengan makna ungkapan lain.. Sinonim ialah dua kata atau lebih yang memiliki makna yang sama atau hampir sama.
Kata tugas ialah kata atau frasa yang tidak berfungsi sebagai unsur inti dalam sesebaris ayat. Kata atau frasa ini berfungsi untuk mendukung tugas penghubung, penerang, penguat, pembantu atau tugas-tugas lain.








BAB II
PEMBAHASAN

2.1. KATA TUGAS
            Kata tugas ialah kata atau frasa yang tidak berfungsi sebagai unsur inti dalam sesebaris ayat. Kata atau frasa ini berfungsi untuk mendukung tugas penghubung, penerang, penguat, pembantu atau tugas-tugas lain. Dalam pembahasan kata tugas yaitu menyangkut kata penghubung, kata depan dan keterangan aspek.
   Kata penghubung yaitu kata tugas yang menghubungkan antar klausa, antar kalimat, dan antar paragraf.
Kata depan yaitu menurut definisi tradisional adalah kata yang merangkaikan kata-kata atau bagian-bagian kalimat..
Kata keterangan aspek yaitu menjelaskan berlangsungnya suatu peristiwa secara obyektif, bahwa suatu peristiwa terjadi dengan sendirinya tanpa suatu pengaruh atau pandangan dari pembicara
2.1..  Macam-macam kata tugas
Kata tugas adalah sejenis kategori kata dalam tata bahasa formal bahasa Indonesia. Kata tugas dapat dibedakan menjadi :
a.       Kata depan
b.      Kata penghubung
c.       Kata keterangan aspek
2.2. PERBEDAAN SINONIM KATA TUGAS
Pada penjelasan sebelumnya terdapat beberapa macam kata tugas dalam bahasa indinesia. Kata tugas merupakan kata atau frasa yang berfungsi untuk mendukung tugas penghubung, penerang, penguat, pembantu atau tugas-tugas lain
a.      Kata depan
Kata Depan menurut definisi tradisional adalah kata yang merangkaikan kata-kata atau bagian-bagian kalimat. Kata-kata Depan yang terpenting dalam bahasa Indonesia ialah: Di, Ke, Dari: ketiga macam kata depan ini dipergunakan untuk merangkaikan kata-kata yang menyatakan tempat atau sesuatu yang dianggap tempat.
Di digunakan bagi menunjukkan tempat.
Contoh:
1.      Dia mendalami pengetahuan agamanya di madrasah aljunied.
2.      Wanita itu mengerjakan salat di dalam kamarnya.
Ke digunakan bagi menunjukkan tempat atau arah.
Contoh: Trailer itu mengangkut barangan ke perlabuhan.
Dari digunakan bagi menunjukkan tempat, arah dan masa.
Contoh: Bambang  menggelecek bola itu keluar dari tengah padang.
Pada bagi kata-kata yang menyatakan orang, nama orang atau nama binatang, nama waktu atau kiasan dipergunakan kata pada untuk menggantikan di, atau kata-kata depan lain yang digabungkan dengan pada seperti daripada, kepada.
Daripada digunakan bagi menunjukkan punca, sumber (asal sesuatu) atau perbandingan.
Contoh: Semua perabot di rumahnya diperbuat daripada katu jati.
Kepada digunakan begi menunjukkan sasaran yang merujuk sesuatu dan pecahan:
Contoh: Kembalikan buku yang kaupinjam itu kepada sujiman.
Pada digunakan bagi menunjukkan waktu dan yang mendahului perkataan ada.
Contoh: Peperiksaan semester kedua akan berlangsung pada bulan oktober.
Bagi / untuk digunakan bagi menunjukkan kegunaan untuk sesuatu atau diperuntukkan untuk sesuatu.
Contoh: Rumah untuk / bagi anak-anak yatim itu akan dinaik taraf.
Tentang/ mengenai digunakan untuk memberi maksud hal yang dimaksudkan atau dikatakan.
Contoh:
1.Mereka membicarakan tentang kebersihan sekolah.
2. Kami duduk bercerita mengenai masa depan.
Umpama / seperti / bagai / laksana digunakan untuk memberikan maksud perbandingan atau persamaan.
Contoh: 1. Dia menurutkan hati mudanya yang keras bagai batu.
Sejak /Semenjak digunakan di hadapan kata nama atau frasa nama untuk memberi maksud sebagai penanda waktu.
Contoh:
1.      Ana sentiasa bersedih semenjak kematian ayahnya.
2.      Sejak hari itu, ilham tidak menegur nazira lagi.
b.      Kata penghubung
Macam-macam kata penghubung dan fungsinya :
1.      Kata Penghubung Aditif (gabungan) : dan→ serta ,lagi → lagi pula.
Kata Penghubung aditif (gabungan) adalah konjungsi koordinatif yang berfungsi menggabungkan dua kata, frasa, klausa, atau kalimat dalam kedudukan yang sederajat.
Contoh:
1.      Mata kuliah sintaksis dan semantik merupakan matakuliah bidang kebahasaan.
2.      Kata Penghubung Pertentangan : tetapi→ akan tetapi ,melainkan → namun.
Kata penghubung pertentangan merupakan konjungsi koordinatif yang menghubungkan dua bagian kalimat yang sederajat dengan mempententangkan kedua bagian tersebut. Biasanya bagian yang kedua menduduki posisi yang lebih penting daripada yang pertama
Contoh:
1.      Dia bijak tetapi malas mengulang kembali pelajarannya.
2.      Dia tidak lapar melainkan haus.
3.      Yang bersalah bukanlah Adi sebaliknya dia yang membantu.
3.      Kata Penghubung Temporal (waktu) : apabila → bila → bilamana, sambil→ seraya , →  selama →sementara, sedari → sejak  → semenjak, setelah →sesudah, dan tatkala → waktu.
Kata penghubung temporal menjelaskan hubungan waktu antara dua hal atau peristiwa.
Contoh:
1.      Ana sentiasa bersedih semenjak kematian ayahnya.
2.      Sejak hari itu, ilham tidak menegur nazira lagi.
3.      Waktu masih menjadi siswa SMU, ia sangat pandai.
4.      Kami tinggal hanya untuk sementara.
5.      Ia berkata sambil menyerahkan bungkusan itu.
4.      Kata Penghubung Final (tujuan) : supaya → agar
Konjungsi tujuan adalah semacam konjungsi modalitas yang menjelaskan maksud dan tujuan suatu penistiwa, atau tindakan.
Contoh:
1.      Orang tua itu sentiasa berdoa supaya hidupnya dan anak-anaknya bahagia.
2.      Kita sebaiknya banyak makan sayur agar tetap sehat.
5.       Kata Penghubung Sebab (kausal) : sebab → karena
Konjungsi sebab menjelaskan bahwa suatu peristiwa terjadi karena suatu sebab tertentu. Bila anak kalimat ditandai oleh konjungsi sebab, induk kalimat merupakan akibatnya.
Contoh :
1.      Segala akibat ada sebabnya.
2.      Kita harus berani karna benar.
6.       Kata Penghubung Syarat (kondisional) : jika → jikala → kalau, apabila→ bilamana.
Konjungsi syarat menjelaskan bahwa suatu hal dapat terjadi bila syarat-syarat yang disebutkan itu dipenuhi.
Contoh ;
1.
7. Kata Penghubung Tak Bersyarat : walaupun→ meskipun → biarpun
Kata penghubung tak bersyarat menjelaskan bahwa suatu hal dapat terjadi tanpa perlu ada syarat-syarat yang dipenuhi.
Contoh:
1.      Dia masih nakal walaupun telah dinasihati beberapa kali.
2.      Dia tetap tersenyum meskipun hatinya sakit.
3.      Walaupun ia termasuk keluarga yang tak berada namu pandai.
8. Kata Penghubung Perbandingan : sebagai →sebagaimana → seperti →, bagai→ bagaikan →seakan-akan → ibarat → umpama
Kata penghubung perbandingan berfungsi menghubung­kan dua hal dengan cara membandingkan kedua hal itu.
9. Kata Penghubung Penegas (menguatkan atau intensifikasi) : bahkan, apalagi, yakni, yaitu, umpama, misalnya, ringkasnya, dan akhirnya.
Konjungsi ini berfungsi untuk menegaskan atau meningkas suatu bagian kalimat yang telah disebut sebelumnya.
10. Kata Penghubung Penjelas (penetap) : bahwa.
Konjungsi penjelas berfungsi menghubungkan bagian kalimat terdahulu dengan perinciannya.
Contoh :
1.      Andi mengatakan bahwa ali tidak kesekolah.
11. Kata Penghubung Pembenaran (konsesif) : seperti.,serupa
Konjungsi pembenaran adalah konjungsi subondinatif yang menghubungkan dua hal dengan cara membenarkan atau mengakui suatu hal, sementara menolak hal yang lain yang ditandai oleh konjungsi tadi.
12. Kata Penghubung Urutan : mula-mula, lalu, dan kemudian.
Konjungsi ini menyatakan urutan sesuatu hal.
Contoh :
1.
13. Kata Penghubung Pembatasan : kecuali, selain.
Kata penghubung ini menyatakan pembatasan terhadap sesuatu hal atau dalam batas-batas mana perbuatan dapat dikerjakan.
Contoh :
1.
14. Kata Penghubung Penanda : misalnya, umpama dan contoh
Kata penghubung ini menyatakan penandaan terhadap sesuatu hal.
Contoh :
1.      perbuatannya merupakan contoh yang buruk bagi anak-anaknya.
15. Kata Penghubung Situasi: sedangkan, padahal.
Kata penghubung situasi menjelaskan suatu perbuatan terjadi atau berlangsung dalam keadaan tertentu.
Contoh :
1.       

c.                   Kata keterangan aspek
Keterangan Aspek menjelaskan berlangsungnya suatu peristiwa secara obyektif, bahwa suatu peristiwa terjadi dengan sendirinya tanpa suatu pengaruh atau pandangan dari pembicara. Keterangan Aspek dapat dibagi-bagi lagi, antara lain:
1.      Aspek Duratif
Keterangan aspek yang menunjukkan bahwa suatu peristiwa tengah berlangsung: sedang, sementara.
Contoh :
1.      Kami sementara mengerjakan tugas kelompok.
2.      Saat ini sedang ada rapat redaksi.
2.      Aspek Perfektif
Menyatakan bahwa suatu peristiwa telah mencapai titik penyelesaian: sudah, telah.
Contoh :
1.      Dia telah menyelesaikan sekolahnya.
2.      Anak itu sudah besar rupanya !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar